Ilustrasi olahraga aset investasi untuk artikel Erick Thohir: Olahraga Aset Investasi dan Penggerak EkonomiErick Thohir mendorong olahraga aset investasi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, disampaikan pada keterangan pers PHTC di Jakarta, 2 Juli 2026.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyerukan perubahan cara pandang terhadap olahraga nasional, menekankan pentingnya memosisikan olahraga aset investasi sekaligus sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.

Ilustrasi olahraga aset investasi untuk artikel Erick Thohir: Olahraga Aset Investasi dan Penggerak Ekonomi

Erick mengajak semua pihak untuk turut mengubah persepsi lama tentang olahraga yang selama ini masih kerap dipandang sebagai beban. Dalam pertemuan yang turut dihadiri Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari, Menpora menegaskan perlunya melihat olahraga dari perspektif ekonomi yang lebih luas.

## Olahraga perlu dipandang sebagai aset strategis

Dalam keterangan pers PHTC, Erick menegaskan bahwa perubahan paradigma menjadi kunci agar olahraga tidak lagi hanya diukur dari prestasi semata. Menurutnya, menempatkan olahraga sebagai aset investasi membuka peluang baru bagi pengembangan industri terkait dan memperluas manfaat bagi masyarakat.

Pernyataan ini mencerminkan upaya mendorong sinergi sektor olahraga dan sektor ekonomi lain tanpa merinci langkah kebijakan spesifik. Erick menyoroti perlunya transformasi pemikiran agar potensi ekonomi dari olahraga dapat dimaksimalkan sesuai kondisi nasional.

## Ajakan kepada semua pihak

Erick mengajak semua pihak untuk mengubah cara pandang terhadap olahraga nasional. Ajakan itu ditujukan secara umum, tanpa menyebut pihak tertentu secara spesifik dalam keterangan pers. Intinya, perubahan sikap kolektif menjadi prasyarat agar olahraga bisa berperan lebih luas, baik sebagai ruang pencetak prestasi maupun sebagai instrumen pembangunan ekonomi.

Hadirnya Kepala Bakom RI Muhammad Qodari pada keterangan pers tersebut menandai kolaborasi komunikasi publik atas gagasan tersebut, namun tidak ada rincian lebih lanjut tentang langkah konkret yang diumumkan saat sesi keterangan pers.

## Perubahan persepsi terhadap olahraga

Erick menegaskan bahwa selama ini olahraga masih sering dipandang sebagai beban, sehingga pendekatan yang melekat pada pengelolaan olahraga cenderung terbatas. Dengan menggeser orientasi menjadi investasi, dia berharap pengelolaan sumber daya, pembiayaan, dan pengembangan talenta dapat dilihat dalam kerangka yang lebih berkelanjutan dan bernilai tambah bagi perekonomian.

Pernyataan Menpora ini menekankan pentingnya integrasi kebijakan olahraga dan strategi pembangunan ekonomi, tanpa memaparkan langkah teknis atau target spesifik. Fokus utamanya adalah mengubah mindset agar olahraga memberi kontribusi lebih nyata terhadap pertumbuhan nasional.

## Ruang diskusi dan langkah berikutnya

Keterangan pers PHTC yang menjadi wadah penyampaian gagasan itu belum memuat detail mengenai program, skema investasi, atau tahapan implementasi. Erick menyampaikan gagasan secara konseptual, sementara rencana operasional dan kebijakan teknis belum diuraikan dalam pernyataan yang disampaikan pada 2 Juli 2026.

Dorongan untuk melihat olahraga sebagai aset investasi membuka peluang dialog lanjutan pemangku kepentingan terkait, baik di tingkat pemerintahan, swasta, maupun pelaku industri olahraga. Namun, hingga keterangan pers tersebut, belum ada pengumuman resmi terkait kebijakan, sumber pendanaan, atau mekanisme yang akan digunakan untuk mewujudkan gagasan itu.

Pernyataan Erick Thohir pada kesempatan tersebut menempatkan olahraga dalam kerangka yang lebih luas daripada sekadar pencapaian prestasi. Dengan menekankan potensi ekonomi, Menpora berharap olahraga dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan negara.

Masyarakat dan pemangku kepentingan kini menantikan langkah konkret berikutnya yang akan menjabarkan bagaimana gagasan “olahraga aset investasi” diterjemahkan ke dalam program, kebijakan, dan sinergi antarlembaga.