Malaysia akan terus menjadi tuan rumah Kejuaraan Motosikal Dunia MotoGP di Litar bangsa Sepang (SIC) hingga 2031 setelah pemerintah menyetujui perpanjangan kontrak penganjuran selama lima tahun. Keputusan ini memastikan MotoGP Sepang 2031 tetap masuk dalam kalender balap internasional untuk beberapa musim ke depan.

Menteri Belia dan Sukan, Dr. Mohammed Taufiq Johari, menyatakan lanjutan kontrak itu mencerminkan keyakinan pihak penganjur terhadap kemampuan Malaysia dalam menyelenggarakan acara bertaraf dunia secara konsisten. Pernyataan menteri tersebut menegaskan posisi Sepang sebagai lokasi tetap untuk grand prix motor kelas dunia setelah persetujuan resmi dari pemerintah.
Perpanjangan kontrak hingga 2031
Kontrak penganjuran MotoGP di Litar bangsa Sepang diperpanjang selama lima tahun, yang berlaku sampai tahun 2031. Langkah ini merupakan kelanjutan kerja sama penyelenggara kejuaraan dan pihak terkait di Malaysia, dengan pemerintah memberikan lampu hijau terhadap perpanjangan tersebut.
Dengan konfirmasi ini, SIC kembali dipastikan sebagai tuan rumah seri MotoGP pada periode yang telah disepakati. Detail teknis terkait pelaksanaan tiap seri, kalender resmi, dan jadwal lomba akan mengikuti pengumuman lebih lanjut dari penyelenggara resmi kejuaraan.
Komentar dari Menteri Belia dan Sukan
Dr. Mohammed Taufiq Johari, Menteri Belia dan Sukan, menyoroti perpanjangan kontrak sebagai indikator kepercayaan pihak penganjur terhadap standar penyelenggaraan di Malaysia. Ia menegaskan pentingnya mempertahankan reputasi dalam menyelenggarakan acara internasional, yang menurutnya tercermin dari keputusan memperpanjang kontrak MotoGP di Sepang.
Pernyataan menteri ini menjadi konfirmasi pemerintah terhadap kelanjutan penganjuran dan menempatkan SIC dalam posisi yang terjamin untuk menjadi tuan rumah balapan MotoGP sepanjang periode kontrak baru tersebut.
Implikasi bagi Sepang dan penganjuran
Perpanjangan kontrak memberikan kepastian bahwa Litar bangsa Sepang akan tetap menjadi lokasi grand prix MotoGP selama lima tahun ke depan hingga 2031. Kepastian tersebut berpeluang mempermudah perencanaan jangka menengah untuk pihak penyelenggara lokal dan pemangku kepentingan terkait, termasuk kesiapan fasilitas dan penjadwalan event.
Meskipun rincian operasional dan agenda spesifik untuk setiap musim akan diumumkan oleh penyelenggara resmi, keputusan memperpanjang kontrak sampai 2031 menegaskan komitmen pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan MotoGP di Sepang.
Pengumuman perpanjangan ini menjadi titik penting bagi kalender balap internasional dan bagi komunitas motorsport di Malaysia, yang akan tetap menyaksikan penyelenggaraan salah satu seri paling bergengsi dalam dunia balap motor di sirkuit nasional mereka hingga 2031.
