Clubidenticar-corporate.com – Debut Jafar-Felisha di BWF World Championships 2025 siap balas dendam atas Malaysia. Simak kisah, persiapan, dan peluang mereka di Paris.
Pasangan ganda campuran baru Indonesia, Jafar Hidayatullah / Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, mendapat sorotan tajam jelang debut mereka di BWF World Championships 2025. Pasangan muda ini membawa motivasi besar untuk membalas kekalahan dari duo Malaysia, Chen Tang Jie / Toh Ee Wei, jika mereka dipertemukan di babak 16 besar Paris.
Statistik dan Latar Belakang Pasangan Jafar-Felisha
- Jafar Hidayatullah lahir pada 9 Januari 2003, bernaung di klub Rajawali, dengan ranking dunia tertinggi posisi 11 bersama Felisha—perolehan ranking tertinggi mereka per 29 Juli 2025.
- Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu adalah rekan duet yang kemungkinan seumuran, sukses di level nasional maupun internasional. Pasangan ini meraih medali perunggu di Kejuaraan Asia 2025.
Karier mereka terus menunjukkan kenaikan performa, termasuk kemenangan impresif melawan wakil Malaysia di Indonesia Open 2025: skor 21‑11 dan 21‑16.
Debut di Kejuaraan Dunia: Tekad dan Fokus
Di ajang Kejuaraan Dunia BWF 2025, berlangsung 25–31 Agustus di Adidas Arena, Paris, pasangan Jafar/Felisha mendapat bye di babak pertama dan secara otomatis melaju ke babak 32 besar. Jika berhasil menang, mereka berpeluang bertemu Chen/Toh—pasangan Malaysia yang telah mengalahkan mereka dua kali di turnamen Super 500 dan Super 750 sebelumnya.
Misi balas dendam ini menjadi motivasi utama mereka sambil menjaga mental agar tetap tenang saat pertandingan nanti.
Peluang dan Tantangan
Pelajaran dari pertandingan sebelumnya: Menghadapi Chen/Toh bukanlah hal ringan, tetapi Jafar-Felisha telah belajar dari dua kekalahan sebelumnya. Kombinasi serangan cepat, koordinasi, dan kepercayaan diri menjadi modal utama mereka.
Tantangan adaptasi: Ajang World Championship adalah level elit. Meski debut, kedisiplinan mental dan strategi yang disiapkan pelatih PBSI sangat penting untuk lolos lebih jauh.
Support dari Indonesia: Sebagai debutan sekaligus unggulan ke-11, mereka mendapat ekspektasi tinggi. Suporter berharap mereka bukan hanya tampil mengejutkan, tetapi juga berkontribusi mengangkat nama Indonesia di ajang paling bergengsi bulutangkis.
Persiapan & Gambaran Perjalanan Turnamen
Tahap | Agenda dan Persiapan |
Pra-turnamen | Latihan intensif di Adidas Arena Paris |
Babak 1 | Dapat bye; langsung ke babak 32 besar |
Babak 16 | Potensi bentrok dengan Chen/Toh (Malaysia) sebagai misi balas dendam |
Fase Berikut | Harapan membawa nama Indonesia di kompetisi dunia |
Ringkasan & Harapan
- Jafar-Felisha mencuri perhatian sebagai debutan yang membawa ambisi besar: balas dendam atas Malaysia.
- Ranking, performa, serta mental kuat menjadi modal penting di panggung dunia.
- Debut ini bukan sekadar pertandingan, tetapi tonggak penting dalam membentuk legacy mereka sebagai pebulutangkis elite.